Lihatlah dunia sana anakku. Kalimat ini sengaja saya gunakan sebagai pembuka edisi kali ini. Hal ini setema dengan sikon anak-anakku yang sedang ujian monolog. Pemahaman ini sangatlah berarti mengingat untuk menghadirkan tokoh yang hidup haruslah 'observasi yang matang'. Berkata observasi berarti lihatlah dunia sana itu tadi. Ini merupakan satire pada kita semua yang 'dicekoki' racun sinetronisme yang menebarkan faham: tahtaisme, hartaisme dan wanitaisme yang tiada duanya di jagad sinetronisme. Mau lihat dunia lain anak-anak saya? Baca Suara Merdeka edisi Jumat,30 Januari 2009
Sabtu, 31 Januari 2009
Lihatlah dunia sana anakku
Lihatlah dunia sana anakku. Kalimat ini sengaja saya gunakan sebagai pembuka edisi kali ini. Hal ini setema dengan sikon anak-anakku yang sedang ujian monolog. Pemahaman ini sangatlah berarti mengingat untuk menghadirkan tokoh yang hidup haruslah 'observasi yang matang'. Berkata observasi berarti lihatlah dunia sana itu tadi. Ini merupakan satire pada kita semua yang 'dicekoki' racun sinetronisme yang menebarkan faham: tahtaisme, hartaisme dan wanitaisme yang tiada duanya di jagad sinetronisme. Mau lihat dunia lain anak-anak saya? Baca Suara Merdeka edisi Jumat,30 Januari 2009
Selasa, 30 Desember 2008
Jadilah Lilin

Jadilah lilin yang mengikhlaskan tubuhnya terbakar habis demi menerangi bhuwana. Petikan kalimat ini saya sampaikan pada KMD (Kursus Mahir Dasar) bagi pembina pramuka yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Binangun. Dasar pemikiran ini karna memang lilin dapat dijadikan tolak ukur dalam mengabdi haruslah kafah, total bahkan sampai titik darah penghabisan. Dan agaknya pola pemikiran ini tidaklah hanya pada insan yang pramukais saja, tapi justru dalam berseni pun lebih ngeh.Apalagi bila dikaitkan dalam seni drama. Ketika salah seorang siswa saya konsultasi ujian akhir kelulusan seni drama dan hendak mementaskan monolog tentang lilin, langsung saja saya acc. Karena saya pun punya misi: Satya Ku Darmakan, Darma Ku Baktikan semaksimal mungkin seperti pengabdian lilin tadi
Kamis, 11 Desember 2008
SENI BUTUH INOVASI TIADA HENTI
Puji syukur matur nuwun slalu terucap mengingat seni drama di sekolah kami dari tidak ada apa-apa sampai Alhamdulillah ada sedikit karya sekarang ada. Untuk itu dukungan moril dan materiil dari rekan rekan wartawan, seniman, apresiator, rekan sejawat guru dan anak-anakku yang manis tentulah sayang saya nantikan karena SENI MEMANG INOVASI TIADA HENTI
Selasa, 09 Desember 2008
RTL (RENCANA TINDAK LANJUT)
Mohon doa restu dalam waktu dekat KOMUNITASSENIMA (komunitas seni drama SMA I Cilacap) akan mempoduksi:
a.operette bagi siswa kelas x
b.drama radio live, dipancarluaskan melalui radio One 106,4 fm
c. film pendek dan dokumenter ( point b dan c untuk kelas xi, dan
d.monolog bagi siswa kelas xii
demikian info dari saya dan mohon Insya Alloh rekan- rekan juga dapat mengapresiasi film-film karya anak-anak saya melalui blog ini.
sak wentawis cekap semanten njeh
Tekadku, Pengabdianku, Terbaik!
Agaknya slogan yang saya adopsi dari kepolisian itu apabila diramu dengan ramuan Tanamkanlah Benih Kebajikan dalam Setiap Langkah Kehidupan akan melahirkan sinergi dahsyat dalam berseni dan bersastra. Walaupun secara jujur belum dapat menghasilkan karya-karya seperti rekan-rekan, tapi "Nawaitu" saya tuk hijrah dalam menyumbangkan sedikit ilmu saya adalah sebuah tekad bulat saya tuk ananda siswa-siswi SMANIC tercinta.Melalui blog ini mari kita dalami 'MANUSIA DAN KARAKTERNYA'
SIAP GRAK!!!!
Cast luthfy p.f.s afrizal rezha ridwan k.p. ika chandra ending t.w. vera m.c rio aditya d.j. christina h.p.
Director nurul fathia
Written by nurul fathia
Camera & editing by primandaru widjaya
Producer anang nurasa madurasa
SINOPSIS
Awal cerita ini adalah sekelompok anak remaja yang saling membuat kesepakatan untuk mempertahankan persahabatan mereka. Namun pada akhirnya beberapa dari mereka melanggar kesepakatan yang telah mereka buat sendiri dan akibatnya timbullah perselisihan di antara mereka dan hubungan mereka menjadi renggang satu sama lain. Akhirnya Ridwan dan Reza -dua orang diantara mereka-memutuskan untuk mengumpulkan sahabat-sahabat mereka untuk menyelesaikan masalah mereka sekaligus menyatukan kembali hubungan mereka.
Burn is Bakar

cast dedy fajar brian nanda margie sarinastiti annisa meitasari fauzia koesdianarwati mariza feary rizky yanuary tatya putik euis intarina
director ade putra
written by dedy fajar brian nanda tatya putik ade putra
camera& editing by ade putra
producer anang nurasa madurasa
Sinopsis
SINOPSIS Awal cerita ini adalah keterlambatan Udn untuk kerja kelompok bersama Riri, Ira Uzi dan Tata dirumah Riri. Saat udin tiba dirumah Riri, kerja kelompok sudah selesai. Oleh Ira yang saat itu belum pulang, Udin ditugasi untuk nge-burn CD tugas mereka. Udin yang tak tahu arti burn, bertanya pada Syamsu adiknya. Udinpun dipinjami Syamsu kamus bahasa inggris untuk mencari artinya. Udin mencari dan menemukan bahwa arti dari burn adalah bakar. Ia beranggapan kalau nge-burn CD berarti nge-bakar CD. Ia pun membakar CD itu dibantu oleh