Selasa, 03 Maret 2009
Senin, 02 Maret 2009
Istighfar-an yuk
Istighfarku tak terhalang dimensi ruang dan waktu
Mari kita masyarakatkan istghfar dan meng-istghfarkan masyarakat
Mana dibawa kemana.....
Mana dibawa kemana anak-anak negeri ini
haruskah tatapan polos ini hancur oleh anarki
legalkah dibenaknya terbesit hidup dari korupsi
bersihkah sukmanya dari manipulasi
amankah polahnya dari amunisi
sedang dia saban hari dicekoki janji-janji
tanyaku pada nurani
mana dibawa kemana ini anak negeri
selamatkan ia dari bobroknya rutinitas imitasi yang meracuni
Rabu, 18 Februari 2009
Terima kasih alias matur nuwun
Terima kasih
Terima kasih banget pada Robku atas nafas gratismu
matur nuwun banget njeng rosul atas syafaatmu
matur tengkyu batu atas keteguhanmu nantang sang waktu
alam nan bawa diriku terbang pada masa silamku
terima kasih moga doa kami tak tersisih, atas angin terbangkan tak tentu
pada siang yang bawa sejuta nyata
pada malam sejauh angan bermakna
terima kasih sapamu kembali padaku
Sabtu, 07 Februari 2009
AKU ADALAH AKU

Inilah suasana ketika proses penciptaan karya berlangsung.
Dalam petak 2.5x3m otakku tak terpasung
Katakan yang sejujurnya walau buruk dan pahit akibatnya
indahnya hidup ini bila kejujuran adalah segala-galanya
Aku dan beberapa aktivitasku

Atas Nama Cinta
Atas Nama Cinta, pertama kali saya dengar kalimat itu adalah judul drama karya guru teater saya Agus R Sarjono yang kesehariannya dosen STSI Bandung dan sastrawan Horison. Seiring waktu kalimat Atas Nama Cinta sering nongol hampir tiap malam di layar kaca kita, yang dilihat dari judulnya saja memabukkan. Ya memang memabukkan sepert judul semula yang saya dengar kali pertama. Dalam beberapa dialog dengan TENTARA saya, semua sepakat memang memabukkan, menghanyutkan bahkan meluluhlantahkan baja sekalipun. Lihatlah banyak fakta sebuah koloni 'sakinah mawadah warahmah' remuk redam karnanya. Entah dengan dalih TTM-lah, sohib-lah and so on and so on, semua hanyut air bah atas nama cinta. So epilog kali ini, matur teng kyu dumateng : Titi'Mungil'Suratmi yang beri sgala kebutuhan tiap hari; mba Marni atas sgala puisi2nya,yunda Pur mabigus atas perhatiaanya and mba Retno 'Agus' atas satu warnanya, karna semua tulisan ini berkiblat Atas Nama Cinta. Nuwun.........
Atas Sgala Kau Berikan
Entah berapa untai syair kudendangan
mengurai kasih di senja pasir nan lembut
Kau sambut hatin nan penuh semburat'ku beri kau warna sukmamu'
diam membisu di ujung waktu nan tak berbatas.... ku terima kasihmu
atas sgala kau berikan terima kasih ku ucapkan
tritih kulon,6II09
